Pondok pesantren Al-Fatah terletak di Dukuh gejugan, Desa Ngaglik. Pesantren yang berbasis Tahfidz Quran ini memiliki total santri sekitar 130 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua.
Pada hari Sabtu (27/7/2019), Pondok Pesantren Al-Fatah disambangi mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Bapak Joko (Babinsa). Mahasiswa KKN-PPM yang berjumlah 15 orang melakukan sowan kepada pengurus dan pengajar Pondok Pesantren Al-Fatah. Setelah sesi penyambutan oleh pihak Pondok Pesantren selesai dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian motivasi “Pentingnya Melanjutkan Studi ke Jenjang yang Lebih Tinggi” dan sosialisasi mengenai beasiswa kepada santri oleh Tim KKN-PPM UGM. Sesi pemberian motivasi dan sosialisasi yang dikemas secara santai mendapat antusias yang tinggi dari santri-santri Pondok Pesantren.

Selanjutnya adalah penyuluhan tentang bahaya narkoba yang disampaikan oleh narasumber dari Puskesmas Kecamatan Sambi. Generasi muda Indonesia harus dikenalkan sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba sehingga dapat menjadi pemuda yang kuat untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Sesi terkhir, ditutup dengan pemberian materi Wawasan Kebangsaan dari Pak Joko. Pak Joko yang berasal dari TNI AD memberikan materi dengan semangat yang membara sehingga walaupun merupakan sesi terakhir tetapi tak membuat kantuk santri yang mendengarkan. Pemberian materi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila dalam diri santri. Juga diberikan wawasan umum mengenai NKRI seperti peta wilayah, ragam suku dan agama, dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan di Pondok Pesantren Al-Fatah diakhiri dengan pemberian kesan pesan oleh salah seorang santri dan sesi foto bersama di pelataran masjid Pondok Pesantren Al-Fatah.





